Surat Hoaks, Menhub Minta Staf Garuda Tak Mogok Kerja

0
28

Info77royal – Surat Hoaks, Menhub Minta Staf Garuda Tak Mogok Kerja, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau karyawan PT Garuda Indonesia  (Persero) Tbk. tak melakukan aksi mogok kerja akibat persoalan beda pendapat di tubuh internal perusahaan mengenai laporan keuangan 2018. “Tentu jangan mogok kerja lah,” ucap Budi, Sabtu (27/4).

Terkait bocornya surat Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) yang mengancam akan melakukan mogok kerja kepada salah satu pemegang saham Garuda Indonesia, Budi menyebut informasi itu tidak benar alias hoaks. “Ada bantahan bahwa surat itu hoaks, infonya surat itu tidak benar,” terang dia.

Budi mengimbau agar pemegang saham dan manajemen perusahaan menjaga tata kelola perusahaan (good corporate governance/gcg). Hal ini agar Garuda Indonesia tetap memiliki kredibilitas sebagai perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ilustrasi.Ilustrasi.

“Saya imbau pemegang saham dan pengurus perusahaan juga mempelajari lebih lanjut yang berkaitan dengan regulasi,” tegas Budi. Sebelumnya, beredar surat yang menyatakan bahwa karyawan akan mogok menyikapi salah satu pernyataan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Pullman pada Rabu (24/4).

Awalnya, Presiden APG Bintang Hardiono mengklaim surat yang tersebar ke media massa itu hoaks. Namun, setelah dihubungi kembali ia mengakui bahwa surat itu benar tapi baru berupa draft. “Baru rencana tetapi sudah bocor ke mana-mana. Jadi bukan untuk wacana publik atau bukan siaran pers,” kata Bintang.

Karyawan Garuda yang diwakili oleh APG dan Sekarga merasa pernyataan salah satu pemegang saham perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Pullman pada Rabu (24/4) telah menjadi sentimen negatif untuk harga saham Garuda Indonesia. Selain itu, kepercayaan masyarakat juga luntur terhadap maskapai tersebut.

Polemik antara pemegang saham dengan manajemen ini tercium sejak perusahaan merilis laporan keuangan perusahaan 2018. Dalam buku itu, dua komisaris bernama Chairal Tanjung dan Dony Oskaria tidak membubuhkan tanda tangannya seperti komisaris lain.

Kemudian, saat RUPST kemarin awak media mendapatkan surat yang berisi bahwa Chairal dan Dony enggan mengakui pendapatan transaksi yang tertuang di dalam perjanjian kerja sama penyediaan layanan konektivitas dalam penerbangan antara Mahata dan anak usaha Garuda Indonesia, yakni PT Citilink Indonesia.

Sebab, manajamen sudah lebih dulu mengakui pendapatan sebesar US$239,94 juta dari kerja sama dengan Mahata. Padahal, perusahaan belum menerima secara langsung dari Mahata hingga akhir 2018. Hal itu membuat kinerja Garuda Indonesia yang beberapa waktu terakhir rugi menjadi laba. Rinciannya, pada 2017 tercatat rugi US$216,58 juta dan 2018 membukukan laba sebesar US$809,84 ribu.

INFO INI DI PERSEMBAHKAN OLEH: Agen Liga - Liga bola - Judi Bola Online - Judi Online - Agen judi bola - Agen sbobet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here